Selasa, 20 November 2012

kabar terbaru PSSI

"Kerjasama PSSI & SDG untuk Kembalikkan Integritas Sepakbola"

 
Selasa, 20 November 2012 18:21 wib
Halim Mahfudz dan Michael Pride. (Foto: Rintani Mundari/ Okezone)
Halim Mahfudz dan Michael Pride. (Foto: Rintani Mundari/ Okezone)
JAKARTA – Kondisi sepakbola Indonesia saat ini kian mengalami kemunduran. Bukan hanya konflik yang masih menyelimuti langit Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) saja, melainkan pengaturan skor hingga perjudian pun masih kerap terjadi.

Berdasarkan hal itulah PSSI pun akhirnya memutuskan bekerjasama dengan pihak Sports Delta Group (SDG), sebuah badan investigasi yang didirikan di Inggris. Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz, dilakukannya kerjasama tersebut tak lain untuk mengembalikan integritas sepakbola Indonesia.

“Kerjasama antara PSSI dan SDG diharapkan dapat membantu PSSI untuk mengidentifikasi tindak kriminalitas yang terjadi dalam sepakbola. Pihak SDG memberikan laporan kepada PSSI, sehingga PSSI tahu apa yang harus dibenahi. PSSI bertekad membangun atmosfer yang berbeda dari sebelumnya. Ini merupakan inisiatif baru untuk memperbaiki integritas sepakbola Indonesia.” tutur Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, saat jumpa wartawan di Marley Café, Selasa (20/11/2012).

“Kondisi sepakbola Indonesia dalam waktu belakangan ini sulit untuk berkembang. Hambatan-hambatan tersebut terkait: transparansi dalam tubuh PSSI, praktek-praktek masa lalu termasuk suap dan match fixing. Akibat hal-hal tersebut PSSI sulit fokus mengembangkan sepakbola,” lanjut Halim.

Perwakilan SDG Indonesia, Michael Pride mengungkapkan bahwa perjudian, pengaturan skor dan suap telah menjadi sindikat internasional. Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami hal tersebut, Malaysia, Singapura serta Eropa pun tak luput dari jaringan tersebut.

“Terdapat aksi di luar sepakbola yang merugikan olahraga populer ini, jaringan-jaringan ini masih terus beroperasi dan mengancam integritas sepakbola dunia. Maka dari itu kehadiran SDG ingin mengembalikan reputasi sepakbola, khususnya sepakbola di Indonesia. Agar sepakbola Indonesia ke depannya lebih baik,” ungkap Michael.

Michael pun menambahkan bahwa SDG telah menangani ratusan kasus, meski ia enggan membeberkan secara spesifik kasus yang pernah dibongkar dengan alasan kerahasiaan. Sebagai catatan, Indonesia merupakan negara pertama dan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang melakukan kerjasama dengan pihak SDG.

0 komentar:

Posting Komentar